Omeprazole, Obat Pencernaan Paling Banyak Digunkan dan efek sampingnya

wp-1462984626943.jpgOmeprazole adalah obat yang mampu menurunkan kadar asam yang diproduksi di dalam lambung. Obat yang masuk ke dalam jenis penghambat pompa proton ini mengobati beberapa kondisi, yaitu nyeri ulu hati, penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), dan infeksi H. Pylori yang menyebabkan tukak lambung. Selain itu, omeprazole juga dapat digunakan untuk mengobati sindrom Zollinger-Elision.

Omeprazole adalah obat yang digolongkan sebagai penghambat pompa proton/proton pump inhibitor (PPI). Omeprazole berfungsi sebagai obat untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung. Obat ini menekan sekresi asam lambung dengan cara menghambat secara spesifik dan irreversibel sistem pompa asam dalam mukosa lambung.

Omeprazole

Jenis obat Penghambat pompa proton
Golongan Obat resep
Manfaat
  • Mengurangi produksi asam lambung
  • Mencegah dan mengobati gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati, tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, penyakit asam lambung atau GERD
  • Salah satu langkah pengobatan infeksi bakteri H. Pylori
  • Mengurangi asam lambung selama operasi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet, kapsul, obat larut dan suntik

Indikasi


Kegunaan omeprazole adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Omeprazole digunakan dalam pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD adalah penyakit dimana penderita mengalami sensasi terbakar di area dada dan kerongkongan karena asam lambung naik ke kerongkongan dan terjadi iritasi.
  • Untuk mengobati tukak lambung dan tukak usus besar. Tukak lambung biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori dan pemakaian obat-obat NSAID dalam jangka waktu panjang. Untuk tujuan ini omeprazole biasanya diberikan dalam kombinasi dengan amoxicillin dan Clarithromycin.
  • obat ini juga berguna untuk menangani erosif esophagitis suatu kondisi dimana kerongkongan (esophagus) mengalami peradangan karena iritasi asam lambung, infeksi virus atau jamur, dan penggunaan alkohol serta obat-obatan tertantu.
  • Bermanfaat juga untuk pengobatan zollinger ellison syndrome, suatu penyakit langka yang terjadi karena tumor pankreas atau usus besar melepaskan hormon yang menyebabkan terjadinya kelebihan produksi asam lambung.

Kontra indikasi

  • jangan menggunakan omeprazole untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif.

Efek samping


Secara umum omeprazole bisa ditoleransi dengan baik, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya diare, nyeri perut, sembelit, mual dan muntah. Polip lambung dan hiperplasia dilaporkan terjadi pada penggunaan jangka panjang.
  • Efek samping pada organ hati adalah terjadinya peningkatan serum transaminase, alkali fosfatase, dan bilirubin. Kejadian-kejadian seperti hepatitis, ensefalopati hati, gagal hati fulminan sangat jarang terjadi.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang dan dosis yang besar, omeprazole dapat meningkatkan kreatinin serum dan resiko kerusakan ginjal, termasuk gagal ginjal akut.
  • Omeprazole menyebabkan pusing, sakit kepala dan vertigo pada beberapa orang yang sensitif.
  • Efek samping pada saluran pernafasan yang diketahui adalah batuk.
  • Telah ada laporan-laporan terjadinya anemia hemolitik, trombositopenia, agranulositosis dan leukositosis pada pemakaian jangka panjang.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal

Perhatian


  • Pemakaian omeprazole harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • omeprazole diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil terutama setelah 3 jam pemakaian. Namun obat ini didegradasi dengan sangat cepat oleh kondisi asam, sehingga sejumlah kecil obat yang masuk ke air susu ibu dan terminum oleh bayi akan rusak sebelum diabsorpsi. Namun jika anda ragu, berkonsultasilah dengan dokter anda.
  • Obat-obat golongan pompa proton inhibitor (PPI) termasuk omeprazole, harus diberikan secara hati-hati pada pasien penderita hipokalsemia atau hipoparatiroidisme.
  • Omeprazole menyebabkan terjadinya difisiensi vitamin B12 dan malabsorpsi zat besi, terutama pada pemakaian jangka panjang. Ada baiknya jika pemakaian obat ini dilakukan secara jangka panjang dibarengi dengan suplemen vitamin B12.
  • Obat-obat PPI seperti omeprazole diketahui meningkatkan resiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis terutama pada pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang. Resiko ini semakin meningkat pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi dari yang dianjurkan. Pasien yang memiliki resiko ini, harus diberikan dosis terendah dari omeprazole.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini pada anak usia kurang dari 1 tahun masih belum diketahui.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • obat ini bisa menyebabkan pusing. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Toleransi terhadap kehamilan


  • Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi omeprazole dengan obat-obat lain :

  • Omeprazole menurunkan efek farmakologis clopidogrel jika diberikan secara bersamaan.
  • Omeprazole menghambat kerja enzim CYP3A4, oleh karena itu obat-obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A4 seperti benzodiazepin, escitalopram, warfarin, oxycodone, tramadol, dan oxymorphone konsentrasinya dalam plasma akan meningkat.
  • Obat-obat yang kerjanya tergantung oleh asam lambung seperti ketokonazole, atazanavir, dan ester ampicillin, penyerapannya akan menurun sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Sedangkan obat-obat yang labil dalam kondisi asam seperti erythromycin, dan digoxin penyerapannya akan meningkat.
  • Obat-obat yang dimetabolisme oleh proses oksidasi di dalam hati seperti diazepam, warfarin, dan fenitoin eliminasinya diperpanjang jika diberikan secara bersamaan dengan omprazole sehingga meningkatkan efek farmakologi obat-obat tersebut.

Dosis omeprazole


 

Peringatan:

  • Bagi anak-anak, wanita hamil dan yang sedang menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati menggunakan omeprazole jika menderita penyakit hati, mempunyai kadar kalsium tubuh yang rendah atau gangguan tulang.
  • Tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi omeprazole jika mengalami kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mual, dan pendarahan.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Omeprazole

Dosis omeprazole akan disesuaikan dengan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut adalah dosis omeprazole secara umum menurut kondisi yang diobati.

Kondisi Dosis per hari (sebelum makan)
Gangguan pencernaan/nyeri ulu hati 20mg
Tukak lambung 40 mg
Tukak usus halus 20 mg
Penyakit asam lambung atau GERD 10-40 mg
Infeksi H. Pylori 20-40 mg
Sindrom Zollinger Ellison 60-120 mg
Esofagitis atau radang kerongkongan 20 mg

omeprazole diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis lazim dewasa untuk tukak usus besar. 20 mg oral sekali sehari sebelum makan. Kebanyakan pasien sembuh dalam 4-8 minggu.
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi H. pylori.
    • Kombinasi dengan clarithromycin : omeprazole 40 mg 1 x sehari + clarithromycin 500 mg 3 x sehari selama 14 hari.
    • Pada hari ke 15-28, omeprazole 20 mg 1 x sehari. Obat diberikan secara oral. Kombinasi dengan clarithromycin + amoxicillin : omeprazole 20 mg + clarithromycin 500 mg + + amoxicillin 1000 mg, 2 x sehari selama 10 hari.
    • Jika disertai maag, teruskan omeprazole dengan dosis 20 mg 1 x sehari untuk 18 hari ke depan.
  • Dosis lazim dewasa untuk tukak lambung atau maag
    • 40 mg 1 x sehari selama 4-8 minggu. Obat diberikan secara oral sebelum makan.
  • Dosis lazim dewasa untuk erosif esophagitis
    • 20 mg 1 x sehari. Dapat ditingkatkan sampai 40 mg/hari. Obat diberikan secara oral sebelum makan.
    • Pengobatan bisa dilakukan hingga 12 bulan tergantung hasil yang diperoleh berdasarkan evaluasi dokter.
  • Dosis lazim dewasa untuk Zollinger-Ellison Syndromedosis awal : 60 mg 1 x sehari. Obat diberikan secara oral.

Pemeliharaan : 80 mg/hari dibagi dalam 2-3 x dosis.

  • Dosislazim dewasa untuk gastroesophageal reflux disease (GERD)

dosis awal : 20 mg 1 x sehari selama 4-8 minggu. Obat diberikan secara oral sebelum makan. Dosis dapat dinaikkan sampai 40 mg/hari.

  • Dosis lazim dewasa untuk dispepsia

20 mg 1 x sehari selama 14 hari. Obat diberikan secara oral sebelum makan.

  • Dosis lazim anak untuk erosif esofagitis
    Anak-anak dan Remaja 1-16 tahun:
    berat badan 5 kg – 10 kg : 5 mg 1 x sehari.
    10 kg – 20 kg : 10 mg 1 x sehari.
    berat badan > 20 kg : 20 mg 1 x sehari.
  • Dosis lazim anak untuk infeksi H. pylori.

Berat badan 15-30 kg : 10 mg 2 x sehari.

Berat badan > 30kg : 20 mg 2 x sehari.

15 sampai 30 kg: 10 mg dua kali sehari.

Lebih besar dari 30 kg: 20 mg dua kali sehari

  • Dosis lazim anak untuk gastroesophageal reflux disease (GERD).

Berat badan 5-10 kg : 5 mg 1 x sehari.

Berat badan 10-20 kg : 10 mg 1 x sehari.

Berat badan > 20 kg : 20 mg 1 x sehari.

Beberapa tablet dan kapsul omeprazole harus ditelan utuh-utuh dan beberapa lainnya bisa dicampur dengan air untuk mempermudah proses konsumsi. Bacalah aturan penggunaan omeprazole pada petunjuk yang tertera di dalam kemasan.

Bagi pasien anak-anak, selain kondisi, dokter akan mempertimbangkan usia serta berat badan mereka dalam menentukan dosis omeprazole. Untuk informasi lebih lengkap mengenai dosis omeprazole untuk anak, tanyakan pada dokter.

Cara Penggunaan Yang benar

  • Sebelum menggunakan omeprazole, perhatikan informasi yang diberikan oleh dokter terkait obat ini atau baca informasi yang tertera di dalam kemasan agar Anda bisa mengetahui aturan pakai serta efek samping obat ini. Hindari pemakaian omeprazole lebih dari 4 minggu tanpa membicarakannya dengan dokter.
  • Omeprazole dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tapi lebih baik untuk dikonsumsi sebelum makan.
  • Telanlah tablet dan kapsul omeprazole dengan air dan jangan mengunyahnya. Hal ini bertujuan agar omeprazole dapat terserap seutuhnya oleh tubuh. Jika Anda termasuk orang yang kesulitan menelan, tersedia omeprazole dalam bentuk obat larut.
  • Konsumsilah omeprazole sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja melewatkan satu dosis konsumsi, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut begitu Anda ingat. Tapi jika sudah sangat mendekati jadwal minum obat berikutnya, jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus.
  • Konsumsilah makanan dalam porsi-porsi kecil. Porsi terlalu besar dapat menekan lambung sehingga terlalu banyak asam lambung yang diproduksi. Hindarilah makanan atau minuman yang dapat memperburuk gejala penyakit lambung Anda, seperti cokelat, tomat, daun mint, kopi, dan alkohol. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mencegah naiknya asam lambung sehingga meringankan gejala gangguan pencernaan.
  • Berhenti atau batasi kebiasaan merokok, karena merokok juga meningkatkan produksi asam lambung.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Omeprazole

Omeprazole jarang menyebabkan efek samping pada penggunanya. Jika pun ada, biasanya efek samping akan membaik setelah penyesuaian tubuh terhadap obat ini.

Efek samping omeprazole yang berpotensi terjadi:

  • Sakit kepala
  • Konstipasi
  • Diare
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi
  • Sakit tenggorokan
  • Kram otot
  • Hilang selera makan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s