Bisacodyl, Obat Pencahar Pilihan Utama

Bisacodyl merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi konstipasi dengan cara merangsang otot-otot usus besar untuk mengeluarkan kotoran. Konstipasi sendiri merupakan kondisi yang membuat frekuensi buang air besar kita menjadi di bawah normal atau jarang (kurang dari tiga kali per minggu) dan tekstur tinja keras. Penyebab konstipasi bisa bermacam-macam, diantaranya akibat kita kurang minum air, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, suka menahan buang air besar, dan kurang olah raga. Selain itu konstipasi juga bisa disebabkan oleh efek samping konsumsi obat pereda rasa sakit dan kehamilan. Selain mengatasi konstipasi, bisacodyl kadang-kadang diberikan dokter sebelum dilakukannya prosedur operasi, serta kerap digunakan klinik atau rumah sakit untuk mengosongkan isi perut sebelum dilakukannya pemeriksaan medis tertentu.

Bisacodul  merupakan suatu obat yang banyak digunakan sebagai obat pencahar atau pelancar buang air besar. Obat Dulcolax salahnsatu nama dagangnya telah diproduksi lebih dari 60 tahun oleh perusahaan farmasi Boehringer Ingelheim. Hingga saat ini, bisacodyl memiliki beberapa jenis yang berbeda dan ditujukan untuk kondisi yang berbeda pula. Namun tidak semua jenis obat dulcolax masuk ke pasaran Indonesia.
Obat dulcolax digunakan untuk memperlancar buang air besar. Dulcolax digunakan pada kasus konstipasi atau sembelit dan sebagai salah satu persiapan tindakan operasi atau tindakan lainnya. Konstipasi Dulcolax mengandung zat bisacodyl. Zat ini berfungsi untuk meningkatkan motilitas (gerakan) dinding usus besar serta memiliki efek meningkatkan kadar air dalam feses (membuat feses menjadi lebih lunak). Dengan cara kerja ini, dulcolax membantu proses buang air besar. Kontraindiaksi penggunaan dulcolax yaitu riwayat alergi pada bisacodyl, dehidrasi berat, intoleransi laktosa atau sukrosa, gangguan gerakan usus (ileus), sumbatan pada usus, pasien yang baru menjalani operasi pada bagian perut, usus buntu, peradangan usus, dan nyeri perut hebat disertai muntah. Dulcolax, dan obat pencahar lainnya, tidak boleh digunakan pada wanita hamil (terutama saat trimester pertama) dan menyusui. Penggunaan dulcolax pada anak-anak harus diperhatikan. Penggunaan dulcolax harus dipertimbangkan manfaat dan risikonya. Hanya dokter yang boleh menginstruksikan penggunaan dulcolax pada pasien khusus tersebut. Pemakaian sendiri dan sembarangan dapat menimbulkan komplikasi.

SPESIFIKASI

Jenis obat Obat pencahar
Golongan Obat resep
Manfaat Untuk mengobati konstipasi dan mengosongkan isi perut sebelum menjalani operasi atau guna keperluan pemeriksaan medis tertentu.
Dikonsumsi oleh Anak-anak usia 4 tahun ke atas hingga dewasa
Bentuk obat Tablet dan suppositoria

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter.
  • Untuk dosis bisacodyl pada anak-anak usia 4 hingga 10 tahun sebaiknya tanyakan pada dokter.
  • Harap berhati-hati sebelum mengonsumsi bisacodyl jika sebelumnya Anda mual, merasakan nyeri hebat di perut, dehidrasi, atau baru saja menjalani operasi perut.
  • Jangan menggunakan bisacodyl bersamaan dengan obat-obatan lainnya, termasuk obat-obatan diuretik, tanpa petunjuk dari dokter. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.
  • Hindarilah konsumsi makanan seperti gula, kue, permen, puding, atau keju karena dapat memperburuk gejala konstipasi Anda.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Bisacodyl

Berikut ini dosis pemberian bisacodyl dalam pengobatan jangka pendek untuk mengatasi konstipasi:

Anak-anak usia 10 tahun ke atas hingga dewasa 5-10 mg perhari sebelum tidur malam
Anak-anak usia 4-10 tahun Tanyakan dosis pada dokter. Namun biasanya dosis yang direkomendasikan adalah 5 mg perhari sebelum tidur malam.

Untuk keperluan suatu pemeriksaan medis, biasanya dosis bisacodyl yang diberikan adalah:

Anak-anak usia 10 tahun ke atas hingga dewasa 10 mg di pagi dan malam hari, kemudian 10 mg lagi dalam bentuk suppositoria untuk keesokan paginya.
Anak-anak usia 4-10 tahun Tanyakan dosis pada dokter. Namun biasanya dosis yang direkomendasikan adalah 5 mg di malam hari dan 5 mg dalam bentuk suppositoria untuk pagi harinya.

Menggunakan Bisacodyl Dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan bisacodyl sebelum mulai mengonsumsinya. Obat ini biasanya digunakan untuk jangka pendek.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi bisacodyl pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi bisacodyl, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis bisacodyl pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Hentikanlah penggunaan bisacodyl dan temui dokter kembali jika dalam waktu 5 hari konstipasi Anda belum kunjung sembuh.

Agar kesehatan usus Anda selalu terjaga dan untuk mencegah konstipasi, minumlah cukup air setiap hari (kira-kira 6 hingga 8 gelas) dan konsumsi makanan yang kaya akan serat. Makanan berserat bisa Anda dapatkan dalam sayur-sayuran, buah-buahan, sereal, dan roti dari biji-bijian utuh.

EFEK SAMPING

Sama seperti obat-obat lain, bisacodyl juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat pencahar ini ini adalah:

  • Rasa tidak nyaman atau kram di perut
  • Diare
  • Mual
  • Iritasi dubur (pada penggunaan suppositoria)

Bila Anda mengalami gejala-gejala lainnya setelah mengonsumsi bisacodyl, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s