Berbagai Golongan dan Jenis Obat Keras atau Obat Daftar G

wp-1514687072141..jpg

Berbagai Golongan dan Jenis Obat Keras atau Obat Daftar G

DAFTAR G. Obat Keras. Obat keras (dulu disebut obat daftar G = Gevaarlijk = berbahaya), yaitu obat berkhasiat keras yang untuk mendapatkannya harus dengan resep dokter, memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya.

Peraturan yang mendasari tentang obat daftar G (dalam Bahasa Belanda “Gevaarlijk” yang artinya “berbahaya“) adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 02396/A/SK/VIII/1989 obat daftar G adalah obat keras, yaitu semua obat yang pada bungkus luarnya oleh si pembuat disebutkan, bahwa obat hanya boleh diserahkan dengan resep dokter.

Dalam Pasal 1 yang terdiri dari 6 ayat dijelaskan bahwa:

  1. Tanda Khusus adalah tanda berupa warna dengan bentuk tertentu yang harus tertera secara jelas pada etiket dan bungkus luar obat jadi, sehingga penggolongan obat jadi tersebut dapat segera dikenali.
  2. Wadah adalah kemasan terkecil yang berhubungan langsung dengan obat jadi.
  3. Etiket adalah penandaan yang harus dicantumkan pada wadah atau kemasan terkecil sesuai ketentuan mengenai pembungkusan dan penandaan obat.
  4. Bungkus luar adalah kertas atau pembungkus lainnya yang membungkus wajah.
  5. Penggolongan obat adalah penggolongan yang dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan lalu lintas obat dengan membedakannya atas narkotika, psikotropika, obat keras, obat bebas terbatas dan obat bebas.
  6. Kemasan terkecil adalah kemasan yang dimaksudkan untuk dapat dijual secara lepas kepada konsumen yang memenuhi ketentuan’mengenai penandaan

Jadi sesuai dengan pernyataan diatas obat daftar G termasuk golongan Psikotropika, merupakan obat yang dalam penggunaannya harus dengan resep dokter. Khusus untuk golongan psikotropika dan narkotika penyerahannya dalam resep dengan jumlah yang tidak banyak, jadi tidak boleh dibuatkan copy resep untuk bisa dibeli lagi.

Bagaimana dengan penerapan keputusan menteri diatas dalam pelaksanaan sehari-hari? Ternyata masih banyak dijumpai obat daftar G yang dijual secara bebas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus yang sering muncul di berita yang sering ditemukan penyalahgunaan obat daftar G ini.

Termasuk Obat Daftar G

Menurut buku tulisan dari Moh. Anief, 1997, Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Obat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Yang termasuk dalam daftar obat G adalah:

  1. Semua obat injeksi.
  2. Obat antibiotika, misalnya Amoxicillin, Chloramphenical, Penicillin, Tetracylin, Ampicillin dan lain-lain.
  3. Obat anti bakteri, misalnya Sulfadiazin, Sulfasomidin = Elkosin, Trisulfa dan lain-lain.
  4. Amphetaminum (O.K.T).
  5. Antazolinum = Antistin = obat antihistamin.
  6. Digitoxin, Lanatosid C = Cedilanid, Digitalis folia = obat jantung.
  7. Hydantoinum = obat anti epilepsi.
  8. Reserpinum = obat anti hipertensi.
  9. Vit. K = anti pendarahan.
  10. Yohimbin = aphrodisiak.
  11. Meprobamatum = obat penenang (tranquilizer).
  12. Isoniazidum = I.N.H. = anti TBC.
  13. Nitroglycerinum = obat jantung.
  14. Benzodiazepinum contohnya Diazepam = tranquilizer, Netrazepam = hipnotik (O.K.T).
  15.  Indomethacinum = obat rheumatik.
  16. Tripelenamin Hydrochloridum = antihistamin.

Ada juga obat-obat yang lain yang termasuk obat daftar G, sebagai contoh:

  1. Obat anti mual seperti Metoklopramid HCL dan lain-lain.
  2. Obat-obat pencahar seperti bisacodil (dulcolax, dan lain-lain).
  3. Obat sakit/kejang perut seperti golongan Hyosine N-butilbromide (buscopan, dan lain-lain).
  4. Golongan obat asma seperti aminophyline, salbutamol, dan lain-lain.
  5. Obat penghilang nyeri dan rematik seperti asam mefenamat (ponstan, mectan, dan lain-lain), ibuprofen, piroksikam,dll.
  6. Obat Antihistamin seperti dimenhidrinat (antimo, dan lain-lain), Dexchlorphynrimine maleat (CTM, dan lain-lain).
  7. Obat-obat Anti jamur seperti Nistatin, mekonazol.
  8. Obat-obat pemutih kulit seperti hidroquinon, dan lain-lain.
  9. Golongan Kortikosteroid seperti dexamethasone, prednisone, dan lain-lain.
  10. Obat-obat lambung seperti cimetidine, ranitidine, dan lain-lain.
  11. Oba-obat Asam urat seperti Allopurinol, dan lain-lain.
  12. Obat-obat Anti diabetika (Kencing manis) seperti glibenclamid, metformin, dan lain-lain.
  13. Obat-obat anti hipertensi seperti captopril, reserpin, HCT, nifedipin, dan lain-lain.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s