Tiamin atau Vitamin B, Manfaat dan Efek Sampingnya

wp-1514687072141..jpgTiamin atau Vitamin B, Manfaat dan Efek Sampingnya

Tiamina, vitamin B1, aneurin (thio-vitamine, thiamine, thiamin) adalah vitamin yang terlarut dalam air. Tiamina terdiri atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang dihubungkan oleh jembatan metilen. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak proses sel. Tiamina disintesis dalam bakteri, fungi dan tanaman. Hewan harus memenuhi keperluan tiamin dari makanan. Asupan yang tidak cukup menyebabkan penyakit beri-beri, yang memengaruhi sistem saraf tepi dan sistem kardiovaskular. Kekurangan vitamin B1 juga dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff. Vitamin B1 atau bisa disebut juga tiamina merupakan salah satu senyawa pertama yang dikenali sebagai sebuah vitamin dan berguna dalam metabolisme tubuh.

Tiamina berperan sangat vital agar otak dapat bekerja dengan normal. Sebuah senyawa turunan tiamina yang disebut benfotiamina, dengan efektif, mengurangi plak amiloid dan fosforilasi protein tau pada area kortikal otak tikus dan menekan aktivitas enzim glikogen sintase kinase 3. Penelitian ini sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer in vivo. Senyawa turunan yang lain semisal tiamina pirofosfat, merupakan koenzim pada siklus asam sitrat yaitu pada kompleks piruvat dehidrogenase dan kompleks α-ketoglutarat dehidrogenase.

Pada manusia kebutuhan vitamin B1 pada manusia skitar 1-1,5 mg/3000 kal. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan beri-beri dan sindrom Wernicke-Korsakoff.

Makanan sumber. Makanan-makanan yang mengandung vitamin B1 dan merupakan sumber alami yang baik di antaranya:

  • Vitamin B1 dapat ditemukan diantaranya pada telur, biji-bijian, liver (hati), gandum, ragi dan kentang.
  • Sereal
  • Daging sapi
  • Kacang-kacangan
  • Nasi
  • Susu
  • Jeruk
  • Gandum
  • Ragi
  • Banyak fungsi tubuh yang memerlukan vitamin B1, termasuk pencernaan, metabolisme karbohidrat, fungsi otot, dan sistem saraf.
  • Kekurangan vitamin B1 bisa menyebabkan penyakit beriberi dan gangguan pada jantung, pencernaan, saraf, otot, dan otak.

Tentang Vitamin B1

Golongan Suplemen vitamin
Kategori Obat bebas (tapi ada beberapa merek yang memerlukan resep dari dokter)
Manfaat
  • Mengatasi kekurangan vitamin B1
  • Perawatan gangguan metabolisme
Dikonsumsi Oleh Anak-anak dan dewasa
Nama Lain Tiamina
Bentuk Obat Tablet dan obat suntik

Vitamin B1 tersedia dalam berbagai merek, ada yang bisa dibeli secara bebas di apotek, tapi ada yang memerlukan resep dari dokter. Vitamin B1 dalam bentuk suntik memerlukan resep dari dokter.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita diabetes.
  • Harap waspada bagi yang mengalami tekanan darah rendah, orang yang melakukan kemoterapi, dan orang yang memiliki detak jantung yang tidak normal.
    Hindari menggunakan vitamin B1 tanpa vitamin B6 dan vitamin B3 karena bisa menyebabkan kerusakan otak.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Vitamin B1

  • Untuk mengatasi defisiensi vitamin B1, dosis umumnya adalah 50-300 mg per hari.
  • Dosis dan lama konsumsi vitamin B1 akan berdasarkan tingkat keparahan kondisi dan respons tubuh setelah beberapa saat memulai pengobatan.
  • Pengobatan bisa berjalan selama tiga hingga enam bulan.

Mengonsumsi Vitamin B1 dengan Benar

  • Baca aturan pakai di kemasan dan jika ada yang tidak jelas, hubungi dokter. Jangan mengonsumsi vitamin B1 melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Vitamin B1 dapat dikonsumsi pada saat atau setelah makan, dan usahakan mengonsumsinya di waktu yang sama tiap hari agar tidak lupa, dan untuk memaksimalisasi efeknya.
  • Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum vitamin B1, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Namun jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis vitamin B1 yang diminum berikutnya.
  • Disarankan untuk mengikuti pola makan atau diet yang seimbang dan jangan mengonsumsi minuman keras.

wp-1515050639538..jpg

Efek Samping dan Bahaya Vitamin B1

  • Vitamin B1 hampir tidak pernah menyebabkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Efek samping yang bisa terjadi adalah iritasi kulit dan reaksi alergi.

Rujukan

  • George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. (1999). Basic Neurochemistry – Molecular, Cellular and Medical Aspects : Nutrition and Functional Neurochemistry. Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute (Edisi ke-6) (Lippincott-Raven). ISBN 0-397-51820-X. Diakses tanggal 2010-07-19.
  • “Powerful beneficial effects of benfotiamine on cognitive impairment and beta-amyloid deposition in amyloid precursor protein/presenilin-1 transgenic mice.”. Department of Neurology, Zhongshan Hospital & Shanghai Medical College, State Key Laboratory of Medical Neurobiology, Fudan University; Pan X, Gong N, Zhao J, Yu Z, Gu F, Chen J, Sun X, Zhao L, Yu M, Xu Z, Dong W, Qin Y, Fei G, Zhong C, Xu TL. Diakses tanggal 2010-06-29.

wp-1514687072141..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s