Vitamin B2 atau Riboflavin, manfaat dan Efek Sampingnya

wp-1514687072141..jpgVitamin B2 atau Riboflavin, manfaat dan Efek Sampingnya

Riboflavin, dikenal juga sebagai vitamin B2, adalah mikronutrisi yang mudah dicerna, bersifat larut dalam air, dan memiliki peranan kunci dalam menjaga kesehatan pada manusia dan hewan. Vitamin B2 diperlukan untuk berbagai ragam proses seluler. Seperti vitamin B lainnya, riboflavin memainkan peranan penting dalam metabolisme energi, dan diperlukan dalam metabolisme lemak, zat keton, karbohidrat dan protein. Vitamin ini juga banyak berperan dalam pembetukkan sel darah merah, antibodi dalam tubuh, dan dalam metabolisme pelepasan energi dari karbohidrat. Susu, keju, sayur hijau, hati, ginjal, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, ragi, jamur dan badam merupakan sumber utama vitamin B2, namun paparan terhadap cahaya akan menghancurkan riboflavin. Nama riboflavin berasal dari kata ribosa dan flavin.

Struktur kimia dari Riboflavin terdiri dari cincin trisiklik bernama isoalloxazine yang berikatan dengan derivat alkohol yaitu ribitol. Riboflavin yang telah mengalami fosforilasi akan menjadi FMN (flavin mononukleotida) atau FAD (flavin adenina dinukleotida). FMN dan FAD berperan penting dalam reaksi redoks dalam tubuh karena FMN dan FAD merupakan kofaktor enzim dengan berikatan dengan enzim-enzim oksidoreduktase sebagai gugus prostetik.

Konsumsi

  • Sumber vitamin B2 terbanyak ditemukan pada makanan hewani, seperti daging, hati, ginjal, dan jantung, serta susu.[4] Beberapa tanaman juga mengandung vitamin ini dalam kadar yang cukup tinggi, antara lain kacang almond, jamur, gandum, dan kacang kedelai. Tepung dan sereal biasanya juga diperkaya dengan vitamin ini.
  • Walaupun bersifat tahan panas, riboflavin cenderung larut dalam air selama proses pemasakan. Makanan yang mengandung riboflavin sebaiknya tidak disimpan dalam wadah transparan karena vitamin ini mudah rusak oleh paparan cahaya.
  • Konsumsi riboflavin sangat bergantung pada berat tubuh, laju metabolisme, dan asupan kalori di dalam tubuh. Berdasarkan RDA, konsumsi perhari bagi pria adalah 1,7 mg dan bagi wanita adalah 1,3 mg, sedangkan bagi wanita hamil perlu tambahan 0,3 mg.

Manfaat

  • Riboflavin merupakan salah satu koenzim yang berperan dalam berbagai metabolisme energi di dalam tubuh, terutama dalam pemecahan senyawa karbohidrat menjadi gula sederhana. Senyawa kompleks lainnya, seperti lemak dan protein, juga dapat dikonversi menjadi energi.
  • Beberapa metabolisme vitamin lain dan mineral juga membutuhkan peranan vitamin ini. Selain itu, vitamin ini berperan dalam respirasi jaringan tubuh, pertumbuhan badan, dan produksi sel darah merah.
  • Vitamin B2 adalah salah satu jenis dari vitamin B yang larut dalam air sehingga tidak bisa disimpan oleh tubuh. Vitamin ini memiliki berbagai fungsi. Secara umum, tubuh kita membutuhkannya untuk:
    • Membantu tubuh membakar karbohidrat, protein, dan lemak.
    • Menjaga kesehatan kulit, mata, dan sistem saraf
    • Membantu pertumbuhan dan memproduksi sel darah merah.

Sumber Makanan

  • Vitamin B2 bisa kita peroleh melalui sumber alami dari bahan makanan seperti produk susu, daging re
  • ndah lemak, telur, kacang-kacangan, nasi serta sayuran hijau. Bahan-bahan makanan tersebut sebaiknya dijauhkan dari cahaya matahari karena sinar ultraviolet bisa menghancurkan kandungan vitamin B.

Defisiensi

  • Karena riboflavin memegang peranan besar dalam metabolime energi di dalam tubuh maka defisiensi vitamin ini akan jelas berpengaruh pada produksi energi tubuh.[5] Hal ini terjadi karena metabolisme pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein tidak berjalan dengan efisien. Secara fisik, defisiensi ini dapat terlihat dari warna mata yang cenderung merah, peningkatan sensitifitas terhadap cahaya matahari, peradangan di mulut, dan bibir pecah-pecah. Efek lainnya juga terlihat pada kerusakan jaringan kulit, keriput, dan kuku pecah.
  • Gejala awal defisiensi adalah sakit tenggorokan dan bibir pecah-pecah. Bila telah parah, penderita akan mengalami anemia, gangguan saraf, pembengkakan lidah. Defisiensi vitamin B2 ini sering dialami oleh para pecandu alkohol
  • Kekurangan atau defisiensi vitamin B2 umumnya bisa dialami oleh orang-orang yang mengidap diare dan demam yang berkepanjangan. Ketergantungan pada minuman keras, luka bakar, kanker, dan penyakit pada hati serta usus juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin B2.
  • Gejala dari defisiensi vitamin B2 adalah pemucatan dan lecet pada ujung bibir bagian atas bibir. Defisiensi ini juga berpotensi menyebabkan mata gatal dan terasa panas, mata yang sensitif terhadap cahaya, sariawan, lidah perih, serta pengelupasan dan gatal pada kulit hidung serta skrotum. Pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin B2 dapat dilakukan dengan suplemen vitamin B2.

Tentang Vitamin B2

Golongan Vitamin
Kategori Obat bebas dan resep
Manfaat Mencegah dan mengobati defisiensi vitamin B2
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Kapsul dan cair

Peringatan:

  • Bagi Ibu hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen vitamin B2 jika menderita hepatitis, sirosis, serta gangguan empedu.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Vitamin B2

  • Secara umum, takaran vitamin B2 yang dibutuhkan tubuh adalah 1,3 mg untuk pria dan 1,1 mg untuk wanita. Jika pasien mengonsumsi suplemen vitamin B2, dosis maksimal yang dianjurkan adalah 40 mg per hari.
  • Dosis tersebut akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kebutuhan serta kondisi kesehatan pasien. Selain hal-hal tersebut, dosis pada anak-anak akan ditentukan oleh dokter sesuai usia.

Mengonsumsi Vitamin B2 dengan Benar

  • Gunakanlah suplemen vitamin B2 sesuai keterangan pada kemasan. Jika Anda merasa ragu, tanyakan kepada dokter.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin B2, disarankan segera meminumnya begitu teringat. Jangan menggandakan dosis vitamin B2 pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

wp-1515050639538..jpg

Efek Samping dan Bahaya Vitamin B2

  • Meski dikonsumsi dengan takaran berlebihan, vitamin B2 jarang menyebabkan efek samping yang signifikan.
  • Efek samping yang mungkin muncul adalah warna urine yang lebih kuning dari biasanya.
  • Meski demikian, pastikan Anda membaca bahan yang terkandung pada tiap obat dan jangan mengonsumsi lebih dari satu suplemen yang mengandung vitamin B2.

Referensi

  • Gaby SK, Bendich A, Singh VN, Machlin LJ. 1991. Vitamin Intake and Health: A Scientific Review. Marcel Dekker: AS.
  • Brody, Tom (1999). Nutritional Biochemistry. San Diego: Academic Press. ISBN 0-12-134836-9. OCLC 162571066 212425693 39699995 51091036.
  • Higdon, Jane; Victoria J. Drake (2007). “Riboflavin”. Micronutrient Information Center. Linus Pauling Institute at Oregon State University. Diakses tanggal December 3, 2009.
  • Vitamins & Health Supplements Guide. 2006. Diakses pada 13 Mei 2010.
  • Lieberman S, Burning N. 2007. The Real Vitamin and Mineral Book: The Definitive Guide to Designing Your PErsonal Trainning Program. Ed ke-4. Penguin Group: AS.

wp-1514687338365..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s