Metformin, Pilihan Utama Obat Diabetes Melitus

wp-1515195235474..jpgMetformin, Pilihan Utama Obat Diabetes Melitus

Metformin adalah anti-diabetes oral yang termasuk pada kelas biguanid. Metformin merupakan obat pilihan pertama untuk penderita diabetes tipe, khususnya untuk orang-orang dengan kelebihan berat badan dan gemuk serta orang-orang dengan fungsi ginjal yang normal. Metformin digunakan untuk penderita diabetes yang baru terdiagnosis stelah dewasa. Obat ini dapat digunakan sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif atau tidak mempan setelah penggunaan terapi tunggal sulfonilurea. Selain itu, kadang digunakan pula untuk mengurangi dosis insulin apabila dibutuhkan.

Metformin adalah obat antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah pada  penderita diabetes tipe 2. Obat ini dapat dikonsumsi secara tunggal, dikombinasikan dengan obat antidiabetes lain, atau diberikan bersama insulin. Guna mendapat hasil maksimal, dosis metformin harus diseimbangkan dengan jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi, serta intensitas olahraga dan aktivitas yang dilakukan.

MEREK DAGANG

  • Metformin, Benoformin,Benoformin, Diabex, Diabex Forte, Diafac, Efomet, Forbetes, Formell, Gliformin.
  • Diaformin XR, Efomet, Forbetes, Fordica 50 XR, Glucophage,    Glucophage XR,  Glucotika. Gludepatic, Glufor,  Gradiab,  Nevox/Nevox XR

Dalam menurunkan kadar gula darah yang tinggi, metformin bekerja dengan cara menghambat proses glukoneogenesis dan glikogenolisis, memperlambat penyerapan glukosa pada usus, serta meningkatkan sensitifitas insulin dalam tubuh. Kendati demikian, obat ini tidak dapat diberikan pada penderita diabetes tipe 1 yang masih tergantung pada suntikan insulin sepenuhnya.

Tentang Metformin

Jenis obat  Obat antidiabetes biguanid
Golongan  Obat resep
Manfaat  Menurunkan kadar gula darah yang tinggi pada pengidap diabetes tipe 2
Dikonsumsi oleh  Dewasa dan anak-anak berusia 10 tahun ke atas
Bentuk Obat  Tablet dan cairan yang diminum
Kategori kehamilan  Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak  memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum  ada studi terkontrol pada wanita hamil


Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat ini, obat lain, atau bahan tertentu.
  • Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu jika memiliki riwayat gangguan pernapasan (misalnya asma), kekurangan darah, serta gangguan ginjal dan hati.
  • Bicarakan pada dokter jika akan melakukan prosedur medis tertentu, terutama pemeriksaan radiologi dengan menggunakan zat pewarna iodin.
  • Informasikan pada dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk obat bebas, suplemen, atau herbal.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

INDIKASI

  • Pengobatan penderita diabetes yang baru terdiagnosis setelah dewasa, dengan atau tanpa kelebihan berat badan dan bila diet tidak berhasil.
  • Sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif therhadap terapi tunggal sulfonilurea baik primer ataupun sekunder.
  • Sebagai obat pembantu untuk mengurangi dosis insulin apabila dibutuhkan.

KONTRA INDIKASI

  • Penderita kardiovaskular, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi dan peminum alkohol, koma diabetik, ketoasidosis, infark miokardial, keadaan penyakit kronik akut yang berkaitan dengan hipoksia jaringan, keadaan yang berhubungan dengan asidosis laktat seprti syok, insufisiensi pulmonar, riwayat asidosis laktat.

KOMPOSISI

  • Tiap tablet salut selaput mengandung : metformin HCL 500 mg
  • Tiap tablet salut selaput mengandung: metformin HCL 850 mg

FARMAKOLOGI

  • Metformin adalah zat antihiperglikemik oral golongan biguanid untuk penderita diabetes militus tanpa ketergantungan terhadap insulin. Mekanisme kerja metformin yang tepat tidak jelas, walaupun demikian metformin dapat memperbaiki sensitivitas hepatik dan periferal terhadap insulin tanpa menstimulasi sekresi insulin serta menurunkan absorpsi glukosa dari saluran lambung-usus. Metformin hanya mengurangi kadar glukosa darah dalam keadaan hiperglikemia serta tidak menyebabkan hipoglikemia bila diberikan sebagai obat tunggal. Metformin tidak menyebabkan pertambahan berat badan bahkan cendrung dapat menyebabkan kehilangan berat badan.

wp-1515050664975..jpg

  • Metformin harus diberikan bersama dengan makanan atau sesudah makan dalam dosis yang terbagi tablet 500 mg
  • Dosis: 3 x sehari 1 tablet
  • Tablet 850 mg : Dosis awal: 1 x sehari 1 tablet (pagi)
  • Dosis pemeliharaan: 2 x sehari 1 tablet (pagi dan malam)
  • Dalam pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea atau insulin, kadar gula darah harus diperiksa, mengingat kemungkinan timbulnya hipoglikimea.
  • Dosis harus diperbesar secara perlahan-lahan, satu tablet 500 mg 3 kali sehari atau satu tablet 850 mg 2 kali sehari seringkali cukup untuk mengendalikan penyakit diabetes. Hal ini dapat dicapai dalam beberapa hari, tetapi tidak jarang efek ini baru dicapainya dalam waktu dua minggu. Apabila efek yang diinginkan tidak dicapai, dosis dapat dinaikkan secara berhati-hati sampai maksimum 3 g sehari. Bila diperlukan tablet 850 mg dapat diberikan 3 kali sehari. Bila gejala diabetes telah dapat dikontrol, ada kemungkinan dosis dapat diturunkan.
  • Apabila dikombinasikan dengan pengobatan sulfonilurea yang hasilnya kurang memadai, mula-mula diberikan satu tablet 500 mg, kemudian dosis metformin dinaikkan perlahan-lahan sampai diperoleh kontrol maksimal. Seringkali dosis sulfonilurea dapat dilanjutkan dengan metformin sebagai obat tunggal.
  • Metformin berbeda-beda untuk tiap pasien. Dokter akan menyesuaikan takaran penggunaan metformin sesuai tingkat keparahan diabetes, riwayat kesehatan, dan reaksi tubuh pasien terhadap obat.
  • Dosis awal untuk orang dewasa adalah 500-850 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 2-3 gram/hari dengan interval waktu1 minggu dari dosis awal.
  • Dosis awal untuk anak-anak di atas 10 tahun adalah  500 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 2 gram setiap hari yang terbagi dalam 2-3 dosis pemakaian. Interval waktu antara dosis awal dengan dosis lanjutan minimal adalah 1 minggu.

Penggunaan Metformin

  • Pastikan Anda mengonsumsi metformin sesuai dengan anjuran dokter. Baca informasi yang tertera pada kemasannya sebelum mulai mengonsumsi obat ini. Jika ragu, hubungi dokter.
  • Beri jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan mengonsumsi metformin pada jam yang sama setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan atau segera sesudah makan.
  • Metformin dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi yang membuat ovulasi meningkat sehingga mempertinggi kemungkinan untuk hamil.
  • Pemeriksaan secara rutin sebaiknya dilakukan selama mengonsumsi obat ini untuk memantau kadar gula darah serta kesehatan kaki dan mata. Kenali juga gejala-gejala hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), seperti pandangan menjadi kabur, kulit kering, dan sering mengeluarkan urine. Selain itu, kenali juga gejala-gejala hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi), seperti kulit pucat, gelisah, detak jantung cepat, pusing, dan mual.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metformin, disarankan segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis metformin.

Interaksi Obat

Berhati-hati saat mengonsumsi metformin dengan:

  • Alkohol dan bahan pewarna iodin, karena dapat meningkatkan risiko asidosis laktik.
  • Diuretik thiazide, obatan-obatan golongan phenothiazine (seperti chlorpromazine), kontrasepsi oral, vitamin B3, penghambat kanal kalsium, kostikosteroid, atau isoniazid, karena dapat mempersulit pengendalian kadar gula darah.
  • Obatan-obatan golongan sulfonylurea, karena dapat menimbulkan efek tambahan.
  • Cimetidine dapat meningkatkan kadar metformin di dalam darah.
  • ACE inhibitor, karena dapat menurunkan kadar gula darah puasa, yaitu kadar gula darah setelah pasien dipuasakan selama 8 jam.

Apabila diberikan bersama dengan insulin dapat diikuti petunjuk ini:

  • Bila dosis insulin kurang dari 60 unit sehari, mula-mula diberikan 1 tablet metformin 500 mg, kemudian dosis insulin dikurangi secara berangsur-angsur (4 unit setiap 2 – 4 hari). Pemakaian tablet dapat ditambah setiap interval mingguan.
  • Bila dosis insulin lebih dari 60 unit sehari, pemberian metformin adakalanya menyebabkan penurunan kadar gula darah dengan cepat. Pasien demikian harus diamati dengan hati-hati selama 24 jam pertama setelah pemberian metformin, sesudah itu dapat diikuti petunjuk yang diberikan pada (a) di atas.

Dosis percobaan tunggal:

  • Penentuan kadar gula darah setelah pemberian suatu dosis percobaan tidak memberikan petunjuk apakah seorang penderita diabetes akan memberikan respon terhadap metformin. Efek maksimum mungkin baru diperoleh setelah pasien menerima pengobatan metformin berminggu-minggu dan oleh karena itu dosis percobaan tunggal tidak dapat digunakan untuk penilaian.

wp-1515050639538..jpg

  • Efek samping bersifat reversible pada saluran cerna termasuk anoreksia, gangguan perut, mual, muntah, rasa logam pada mulut dan diare.
  • Dapat menyebabkan asidosis laktat tetapi kematian akibat insiden ini lebih rendah 10 – 15 kali dari fenformin dan lebih rendah dari kasus hipoglikemia yang disebabkan oleh glibenklamid/sulfonilurea. Kasus asidosis laktat dapat dibati dengan natrium bikorbonat. Kasus individual dengan metformin adalah anemia megaloblastik, pneumonitis, vaskulitis.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

  • Keadaan yang memicu hipoksia dan akumulasi laktat dapat menyebabkan terjadinya asidosis laktat yang berbahaya, maka metformin tidak boleh diberikan pada penderita penyakin kardiovaskuler, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi dan peminum alkohol.
  • Terapi metformin jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan absorpsi vitamin B12 dan asam folat di saluran cerna, oleh karena itu perlu diperiksa kadar vitamin B12 dalam serumnya tiap tahun.
  • Meskipun metformin tidak menimbulkan efek samping embrionik pada wanita hamil yang mengalami diabetes, insulin lebih baik daripada zat antihiperglikemik oral untuk mengontrol hiperglikemia pada kehamilan.
  • Tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita menyusui.
  • Kemungkinan terjadinya interaksi antara metformin dan antikoagulan tertentu, dalam hal ini mungkin diperlukan penyesuaian dosis antikoagulan.
  • Perlu hati-hati untuk orang-orang lanjut usia, infeksi serius dan dalam keadaan trauma.

INTERAKSI OBAT

  • Acarbose penghambat alpha-glukosidase mengurangi bioavailabilitas metformin dan mengurangi konsentrasi puncak plasma metformin rata-rata, tetapi waktu untuk mencapai konsentrasi puncak tersebut tidak berubah.
  • Getah guar dapat mengurangi kecepatan absorpsi metformin dan mengurangi konsentrasi metformin dalam darah.
  • Simetidin menghambat sekresi metformin pada tubular ginjal secara kompetitif dan meningkatkan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma metformin terhadap waktu serta mengurangi ekskresi ginjal metformin.
  • Antikoagulan oral phenprocoumon menambah eliminasi obat ini, meningkatkan aliran darah hati dan ekstraksi hati sebagai efek metformin pada aktivitas enzim mikrosomal.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s